:::: Selamat Datang ::: Ke Laman Blog alBayt Solution Centre ::: Menawarkan kaedah Pelengkap/ Komplimentari untuk membantu menangani apa jua masalah kesihatan menggunakan kaedah Homeopathy/ Naturopathy tanpa Bahanan Kimia @ Side Effect yang teruk ....Hubungi ::: STe [Assoc] ND. UstDi 018-245 3824 :::

MANJA V DIVAS - menjaga kelamin wanita


Hubungi: UstDi melalui wasap.my/60182453824/manjaVivi
Menjaga kebersihan vagina merupakan salah satu hal peting yang harus dilakukan oleh setiap wanita baik sebelum ataupun sesudah menikah. Meskipun selalu tertutup, vagina merupakan organ reproduksi yang sangat rentan terkena bakteri dan penyakit yang berbahaya. Hal ini disebabkan batas antara vagina dengan anus sangat dekat, sehingga kuman penyakit seperti jamur, bakteri, parasit, maupun virus mudah masuk ke liang vagina. Akan tetapi banyak wanita yang kurang memperhatikan hal tersebut sehingga lebih mementingkan penampilan luar dibanding merawat bagian dalam tubuh. (baca juga: Makanan Sehat Untuk Kesehatan Kulit)
Di dalam vagina terdapat 95% bakteri Lactobacillus dan 5% Patogen. Bila tingkat keasaman vagina menurun, vagina akan rentan mengalami infeksi. Vagina perlu dibersihkan dan dirawat karena setiap bulan wanita mengalami siklus menstruasi. Selain itu bagi wanita yang sudah menikah, aktifitas seksual juga berpotensi menularkan bakteri ke vagina. Vagina yang sehat akan meningkatkan kepercayaan diri dan keharmonisan rumah tangga.
Tips Menjaga Kebersihan Pada Bagian Kewanitaan 
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan vagina. Berikut adalah cara yang mudah menjaga kebersihan vagina yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Perbanyak minum air putih
Cara menjaga kebersihan vagina adalah dengan minum air putih minimal 8-10 gelas setiap hari atau setara 1,8-2 liter. Minum air putih dalam jumlah yang cukup dapat membuang bakteri, racun, dan gula ekstra dari tubuh yang berpotensi mengganggu kesehatan vagina. Apabila asupan air putih kurang, vagina akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan memicu keputihan. Seperti halnya kulit, vagina juga dapat mengalami dehidrasi atau kekeringan yang dapat menimbulkan rasa gatal pada vagina, iritasi, dan susah terangsang saat melakukan hubungan suami istri. (baca juga: Penyakit kurap kering)
  1. Gunakan celana dalam berbahan katun
Bahan katun paling direkomendasikan untuk pakaian dalam selain bahan satin dan nylon. Selain nyaman digunakan dan memiliki tekstur yang halus dan lembut, bahan katun dapat menyerap keringat karena memiliki pori-pori yang besar yang dapat memperlancar sirkulasi udara. Sirkulasi yang buruk akan menyebabkan vagina lembab karena udara di dalam vagina sulit bergerak dan keringat tidak terserap dengan baik. Kelembaban pada vagina berpotensi menghasilkan infeksi disebabkan jamur dapat berkembang biak dengan cepat di daerah yang lembab. Hindari penggunaan celana dalam g-string sebab celana dalam model g-string memudahkan bakteri pada anus berpindah ke vagina. Bakteri yang masuk melalui vagina ke rahim akan mengakibatkan radang panggul, sedangkan yang masuk ke kandung kemih akan mengakibatkan infeksi kandung kemih. Selain itu pada saat berolahraga, penggunaan celana g-string juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kulit bergesek yang memicu iritasi. (baca juga: Cara mengobati panu)
  1. Hindari menggunakan celana dalam yang ketat
Penggunaan celana dalam yang ketat dalam jangka waktu lama membuat sirkulasi darah terhambat dan yang lebih parah bisa menyebabkan kesemutan pada cara menjaga kebersihan vagina karena aliran darah tidak dapat mengalir dengan baik. Selain itu penggunaan celana dalam ketat juga beresiko menghambat sirkulasi udara dan menyebabkan masalah pada kulit seperti infeksi pada vagina, ruam/bintik merah, dan gesekan pada kulit yang dapat menimbulkan luka pada vagina

No comments:

Post a Comment